MenuMenu Cart
Your shopping cart is empty!


Kemajuan teknologi saat ini menawarkan hal baru untuk mengatasi pengapuran sendi tanpa operasi, salah satunya adalah dengan Platelet Rich Plasma atau PRP.


 

Di usia senja, pengapuran sendi menjadi salah satu dari sekian banyak keluhan yang paling sering dialami. Saat ini sudah banyak solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut, mulai dari obat hingga operasi. Kemajuan teknologi saat ini menawarkan hal baru untuk mengatasi pengapuran sendi tanpa operasi, salah satunya adalah dengan Platelet Rich Plasma atau PRP.

 

Lutut adalah titik yang paling sering dikeluhkan

 

Seseorang yang mengalami pengapuran sendi pasti mengalami pengurangan kualitas hidup yang terjadi akibat terganggunya mobilitas, otot dan sendi kaki serta rasa nyeri yang tak kunjung hilang.

 

Pada dasarnya pengapuran dapat terjadi di semua sendi mulai dari leher, punggung hingga tulang punggung. Lutut adalah salah satu titik sendi yang paling sering dikeluhkan sebab manusia lebih sering melakukan aktivitas yang membebankan lutut sehingga bantalan sendi menipis.

 

Hal ini didukung pula dengan fakta bahwa sekitar 50% bobot tubuh manusia dibebankan oleh tubuh sehingga kerusakan pada sendi lutut semakin cepat terjadi.

 

Teknik baru pengobatan pengapuran tanpa operasi

 

Saat ini sudah ada beberapa cara pengobatan pengapuran lutut tanpa operasi, mulai dari fisioterapi, viscosuplementasi hingga injeksi steroid. Salah satu metode yang paling baru adalah teknik PRP atau yang dikenal dengan nama Platelet Rich Plasma, yakni teknik injeksi dengan prinsip regenerasi sel.

 

Mulanya, teknik ini digunakan sebagai penanganan cedera. Namun dalam beberapa tahun belakangan, teknik ini juga mulai diterapkan dalam kasus degenerasi tulang rawan dan sendi seperti osteoartritis.

 

Sederhananya, teknik PRP dilakukan dengan mengambil darah pasien sebanyak 8-10 cc, kemudian diproses untuk dipisahkan komponen plasmanya. Komponen plasma (platelet) inilah yang nantinya akan disuntikkan ke sendi lutut.

 

Aman karena alami

 

Karena diambil dari tubuh pasien sendiri, cairan injeksi PRP dianggap aman. Cairan PRP mengandung sel pertumbuhan dan protein lain yang dapat merangsang terjadinya proses perbaikan (regenerasi) jaringan sehingga membantu tubuh menyembuhkan jaringan secara alami.

 

PRP sangat dianjurkan dilakukan sejak awal, saat pasien sudah mulai merasakan nyeri lutut. Dengan demikian, hasil PRP akan lebih optimal.

 

Idealnya, PRP dilakukan satu kali selama 3 bulan dilakukan evaluasi setelah 6 bulan dan 12 bulan injeksi. Namun demikian, terapi ini bisa juga dilakukan berulang, tergantung aktivitas pergerakan lutut pasien setelah injeksi.

 

Siapa saja yang membutuhkan?

 

Terapi PRP diperuntukkan kepada orang-orang yang memiliki keluhan nyeri lutut yang mengganggu aktivitas sehari-hari serta orang yang sudah melakukan berbagai terapi namun tidak membawa hasil.

 

Sayangnya, terapi ini tidak dapat dilakukan oleh pasien dengan masalah medis pada pendarahan, sedang menjalani terapi dengan antikoagulan, anemia, ibu hamil dan alergi.

 

Efek samping yang sering kali terjadi setelah dilakukan PRP adalah rasa tidak nyaman, panas dan kaku di area suntikan selama beberapa hari. Hal ini wajar terjadi akibat reaksi tubuh terhadap perbaikan jaringan.

 

Disarankan, setelah melakukan PRP, pasien bisa menggunakan pelindung lutut, mengompres dengan air dingin di area yang bengkak dan nyeri serta melakukan latihan otot untuk membangun kekuatan otot di sekitar sendi.

 

Latihan yang paling aman adalah berenang dan bersepeda karena dua olahraga tersebut tidak terlalu memberikan beban di lutut.

 

Related Blog

Customer Service

  • +6289682257484
  • +6289682257484
  • @ojk7412m
  • Contact Us

 

  • www.gpsandal.com
  • info@gpsandal.com
Positive SSL
Connect with Us
GOLD PIGEON SANDALS © 2020 | Made by Bukatoko®